Laman

Rabu, 27 Februari 2013

KALIMAT ISMIYAH DAN FI'LIYAH BAHASA ARAB


JUMLAH ISMIYAH DAN JUMLAH FI’LIYAH
(الْجُمْلَةُ الإِسْمِيَّةُ وَ الْجُمْلَةُ الْفِعْلِيَّةُ)
1.     Jumlah Ismiyah (kalimat nominal) adalah kalimat yang pokok kalimatnya ada pada awal kalimat. ATAU KALIMAT YANG BERPREDIKAT KATA BENDA. Contoh: Allah adalah Tuhan (الله ُ رَبٌّ), Muhammad adalah rasul (مُحَمَّدٌ رَسُوْلٌ). Jumlah ismiah juga diartikan sebagai kalimat yang terdiri dari Mubtada’ (pokok kalimat) dan Khabar (predikat). Jadi, Allah adalah Tuhan, kata Allah merupakan Mubtada’ dan kata Tuhan merupakan Khabar.
Lihat Contoh:
Arti
Khabar
Mubtada’
Allah adalah Tuhan
رَبٌّ
اَلله ُ
Muhammad adalah rasul
رَسُوْلٌ
مُحَمَّدٌ
Al-Qur’an yang Mulia
كَرِيْمٌ
الْقُرْآنُ
Laki-laki itu mukmin
مُؤْمِنٌ
الرَّجُلُ
Mahasiswi itu rajin
مُجْتَهِدَةٌ
الْطَّالِبَةُ
Dua orang laki-laki itu Mukmin
مُؤْمِنَانِ
الرَّجُلاَنِ
Dua orang mahasiswi itu rajin
مُجْتَهِدَتَانِ
الطَّالِبَتَانِ
Orang-orang (laki2) itu Mukmin
مُؤْمِنُوْنَ
الرِّجَالُ
Mahasiswi-Mahasiswi itu rajin
مُجْتَهِدَاتٌ
الطَّالِبَاتُ
2.     Jumlah Fi’liyah (kalimat verbal) adalah kalimat yang kata kerjanya sebelum pokok kalimat. Atau kalimat yang berpredikat kata kerja. Contoh: Perintah Allah telah datang (أَتَى أَمْرُ اللهِ).
Jumlah Fi’liyah juga diartikan sebagai kalimat yang terdiri dari fi’il (kata kerja) dan Fa’il (pelaku). Lihat contoh-contoh di bawah ini!
Arti
Fa’il (الْفَاعِلُ)
Fi’il (الْفَعْلُ)
Allah telah menciptakan…
الله ُ...
خَلَقَ
Allah telah mengutus…
الله ُ...
بَعَثَ
Perintah Allah telah datang
أَمْرُ اللهِ
أَتَى
Kami telah mengutus Musa
أَرْسَلْنَا مُوْسَى
Catatan:
أَرْسَلْنَا مُوْسَى Kalimat di samping, kata kerja aslinya أَرْسَلَ sedangkan Fa’ilnya: نَا (Dlomir Muttasil dari نَحْنُ). Sehingga, kalimatnya menjadi أَرْسَلْنَا.
Dalam kalimat verbal, kata kerjanya selalu dalam bentuk Tunggal, walaupun pokok kalimat yang mengikuti kata kerja tersebut jamak (banyak) atau Mutsana’ (dua). Perhatikan contoh di bawah ini!
Arti
Fa’il (الْفَاعِلُ)
Fi’il (الْفَعْلُ)
Para Malaikat sujud…
الْمَلاَئِكَةُ ...
سَجَدَ
Dua wanita sujud…
الْبِنْتَانِ...
سَجَدَتِ
Orang-orang Islam berkata…
الْمُسْلِمُوْنَ...
قَالَ
BANDINGKAN PERBEDAAN CONTOH
JUMLAH ISMIYAH DAN JUMLAH FI’LIYAH
Arti
Jumlah Ismiyah
Jumlah Fi’liyah
Seorang Islam laki-laki membuka pintu
      الْمُسْلِمُ فَتَحَ الْبَابَ
فَتَحَ الْمُسْلِمُ الْبَابَ
Dua orang Islam laki-laki membuka pintu
الْمُسْلِمَانِ فَتَحَا الْبَابَ
فَتَحَ الْمُسْلِمَانِ الْبَابَ
Orang-orang Islam laki-laki membuka pintu
الْمُسْلِمُوْنَ فَتَحُوْا الْبَابَ
فَتَحَ الْمُسْلِمُوْنَ الْبَابَ
Orang Islam perempuan membuka pintu
الْمُسْلِمَةُ فَتَحَتِ الْبَابَ
فَتَحَتِ الْمُسْلِمَةُ البَابَ
Dua orang Islam perempuan membuka pintu
الْمُسْلِمَتَانِ فَتَحَتَا الْبَابَ
فَتَحَتِ الْمُسْلِمَتَانِ الْبَابَ
Orang-orang Islam perempuan membuka pintu
الْمُسْلِمَاتُ فَتَحْنَ الْبَابَ
فَتَحَتِ الْمُسْلِمَاتُ الْبَابَ
Tambahan
Mubtada’
Mubtada’ dibagi 2 yaitu: Dhohir dan Mudlmar.
1.    Mubtada’ Dhohir adalah isim marfu’ yang bebas dari amil lafadz melainkan oleh amil maknawi, yaitu ibtida’ atau permulaan kalimat saja, seperti contoh-contoh di atas.
2.    Mubtada’ Mudlmar (Isim Dlomir) adalah ada 12 (dlomir Munfashil), seperti: هُوَ, هُمَا, هُمْ.....اَنَا نَحْنُ.
Contoh: مِنْ أَيْنَ أَنْتَ قَادِمٌ؟

Tidak ada komentar: