Halaman

Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2012

MUNAJAT


Kubermunajat ya Allah
Pada-Mu Tuhan ya Allah
Insan yang hina ya Allah
Mohon keampunan ya Allah

Aku tak sanggup ya Allah
Menanggung siksa-Mu ya Allah
Aku tak daya ya Allah
Menghadap neraka-Mu

Aku tak layak ya Allah
Menerima surga-Mu
Siapalah diriku
Hanya insan yang hina

Nikmat kau beri ya Allah
Tak kusyukuri ya Allah
Bantulah hamba-Mu ya Allah
Berilah hidayah-Mu

Lautan keampunan-Mu ya Allah
Tiada bertepi
Selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku

Tunjukkan kami ya Allah
Jalan kebenaran ya Allah
Pimpinlah kami ya Allah
Dunia dan akhirat

Kamis, 19 April 2012

RENUNGAN; ILMU, CINTA DAN AGAMA

Dengan Ilmu hidup jadi mudah
Dengan Seni dan Cinta hidup jadi indah
Dengan Agama hidup jadi terarah
Dengan smart & smile hidup jadi bergairah

RENUNGAN...YANG TERBAIK UNTUKKU


“ Aku minta pada Allah bunga yang cantik tapi Dia memberiku kaktus berduri, aku minta pada Allah hewan mungil yang lucu tapi Dia member ulat berbulu. Aku sedih.Aku kecewa. Kenapa begini? Namun lama – kelamaan, kaktus berduri itu berbunga menjadi sangat indah dan ulat berbulu itu berubah menjadi kupu – kupu yang cantik dan menawan"

Selasa, 31 Januari 2012

RENUNGAN BUAT KITA....


Ketika kita mengeluh: "Ah mana mungkin" Allah menjawab: "Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata "jadi" maka jadilah (QS Yassin: 82)
Ketika kita mengeluhL "Capek banget gue" Allah menjawab: "...dan Kami jadikan tidurmu utk istirahat" (QS An-Naba:9)
Ketika kita mengeluh: "Berat banget yah, gak sanggup rasanya..."
Allah menjawab: "AKU tdk membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya" (QS Al Bawarah: 286)
Ketika kita mengeluh: "Yaah...ini bakalan sia sia..." Allah menjawab: "Siapapun yg mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah pun, niscaya ia akan mendapat balasannya"
(QS Al-Zalzalah: 7)
Ketika kita mengeluh: "Gile aje...gue sendirian..gak ada yg mau bantuin..."
Allah menjawab: "Berdoalah (mintalah) kpdKU, niscaya AKU kabulkan" (QS Al Mukmin: 60)
Ketika kita mengeluh: "Duh...sedih banget gue..." Allah menjawab: "La Tahzan, Innallaha Ma'Ana" Jgn kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita (QS At Taubah: 40)
Apa & berapa banyak lagi keluhan kita? Drpd diobrolin dgn teman, mendingan curhatlah langsung kpd Allah SWT. "Sesungguhnya hanya kpd Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku" (QS Yusuf: 86)

Sabtu, 28 Januari 2012

KUTITIP DIA YAA ALLAH...

Suara adzan Isya’ yang terdengar pelan dari salon komputer sang Ayah membuat Rafi, anak yang masih berusia dua tahun itu mengingatkan Ayahnya. “Ayah, waktunya sholat ya...?” dengan polosnya Ia bertanya pada sang Ayah yang sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah di depan komputer. “Iya sayang, Ayah mau berwudlu dulu ya...” jawab sang Ayah dengan tersenyum. “Ayah mau ke mana?” Tanya sang Anak lagi. “Ayah mau sholat ke masjid” jawab sang Ayah. “Rafi ikut” jawab sang Anak dengan mengiba. “Sayang, di luar sangat dingin, mas Rafi di rumah saja ya sama Bunda,” jawab sang Ayah. “Rafi ikut Ayah...” jawab sang Anak dengan mata yang berkaca-kaca...
Sang Ayah memandangi anaknya dengan iba, dia berusaha meyakinkan anaknya yang masih kecil tersebut. Tetapi semakin diyakinkan, si Anak semakin menangis menjadi, karena memang hanya satu keinginan sang Anak, yaitu mengikuti Ayahnya sholat ke masjid. Dilihatnya sang Istri sudah tertidur sangat nyenyak, mungkin karena pekerjaan hari ini yang melelahkan dan kebetulan memang sedang berhalangan untuk sholat.
“Baiklah, mas Rafi ikut Ayah ke masjid, tetapi nanti mas Rafi ikut sholat dan tidak mengganggu yang lain ya...” pesan Ayah tersebut kepada anaknya. Rafi kecil mengangguk, rupanya janji itu telah mengganti kesedihan yang menyelimutinya, dengan kebahagiaan yang tak terkira dihatinya nan tulus itu. Kemudian Sang Ayah menuntun anaknya yang masih kecil untuk berwudlu dan menggunakan baju Muslim yang kemudian mereka berdua berangkat ke masjid bersama-sama.
Hawa dingin kota Wollongong menyelimuti perjalanan mereka. “Mas Rafi kedinginan?” Tanya sang Ayah. Si Rafi kecil mengangguk. “Sini Ayah gendong biar hangat” kata sang ayah. Kemudian mereka berdua berjalan memasuki Omar Mosque yang telah ramai dengan jamaah.
Selagi menanti iqomat berkumandang, Si Rafi kecil tetap berada di dekapan sang Ayah. Namun tak berapa lama ia tertidur, mungkin karena lelah ataupun memang sudah malam bagi dia untuk masih terjaga. Karena sholat Isya di kota Wollongong NSW saat itu tepat berada di pukul 20:40 PM.
Sang Ayah mulai bingung. Ia gelisah, jangan-jangan si Rafi kecil nanti terbangun dan menangis di saat sholat sedang berlangsung, “Apakah saya harus terus mengikuti sholat berjamaah, atau pulang...” tanyanya dalam hati. Masih ditengah kebimbangan itu, tiba-tiba Syeh Abdurrahman memasuki masjid dan berkata, “Brother, why do you bring your child here!? He is still too young. Its very cold outside.” Katanya menasehati. Memang Syekh Abdurrahman sangat ketat sekali terhadap anak kecil yang bisa mengganggu kekhusyukan sholat. Berkali-kali beliau mengingatkan untuk tidak membawa anak kecil terutama anak yang masih sulit untuk diberi pengertian. Sudah banyak jamaah yang diingatkan karena kejadian anaknya yang mengganggu sholat.
“Syekh, should I go home now?” Tanya sang Ayah. Syeh Abdurrahman memandangi si Anak yang sudah terlelap tidur dipangkuan Ayahnya dengan iba. “If you think that he will not crying when we are praying, you can pray at the corner and take it beside you,” jawab Syeh Abdurrahman yang tak berapa lama Iqomatpun dikumandangkan oleh Muadzin.
Sang Ayah masih menggendong Rafi kecil di ruangan masjid bagian belakang. Ia ragu untuk meneruskan sholat berjamaah, karena malam semakin dingin, Ia takut anaknya nanti terbangun dan menangis, sehingga akan mengganggu jamaah yang lain. “Yaa Alloh..., kalau engkau menghendaki aku pulang dan tidak mengikuti sholat berjamaah, aku akan pulang sekarang, tetapi, kalau engkau masih mengizinkan aku untuk mengikuti sholat berjamaah bersama yang lain, hamba mohon, kuatkan anak kami sehingga saya bisa mengikuti sholat berjamaah dengan tenang...” doanya dalam hati.
“Brother, oh your son is sleeping..., its very cold outside...” kata Ahmad Fathi Salah yang baru tiba dan tiba-tiba menghampirinya, Ahmad adalah seorang sahabat, International student yang berasal dari Libya. “I think Its better for me to pray in my house,” jawab sang Ayah. “No...!, you can pray together with us,” jawab Ahmad. Ahmad kemudian melepas jaket kulitnya dan memberikan pada Ayah Rafi. “Use it to warmer your son.” Jawabnya. “Brother come here, you can pray here,” katanya kemudian sembari memberikan sebuah tempat untuk sholat dan tempat berbaring si Anak.
Mulanya ragu-ragu, tetapi Sang Ayah kemudian membaringkan si Anak tepat di sebelahnya dan kemudian menyelimuti dengan jaket kulit milik sahabatnya itu. “Yaa Alloh kutitipkan dia padaMu, jangan bangunkan dia sebelum sholat isya’ ini berakhir, Aamiin...” doa sang Ayah sebelum memulai sholat.
Sholatpun kemudian dimulai dan sang anak tetap terlelap dalam tidurnya. Dan... Alhamdulillah.., hingga rokaat ke empat berakhir, tak ada suara dari si Rafi kecil, dan begitu salam tanda sholat berakhir, Anak kecil itu bergerak-gerak, ia membuka matanya dan.. “Ayah, di mana kita...?” tanyanya dengan polos. “Kita di masjid sayang, tuh sholat barusan selesai,” kata Ayahnya dengan tersenyum.
Terucap syukur dalam hati sang ayah, “Terima kasih Yaa Alloh... telah Engkau bukakan pintu-pintu RahmatMu kepada hamba, Engkau beri hamba kesempatan untuk menikmati indahnya sholat berjamaah di rumahMu. Alhamdulillah...”
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah [9] : 18)
Subhanalloh...
Redi Bintarto
r_bintarto@yahoo.com
Wollongong NSW

SEBELUM MENINGGAL IA MENGATAKAN : 'AKU MENCIUM BAU SURGA"

Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Ada tujug golongan orang yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tiada naungan seleain dari naunganNya... di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah."
Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhir ra, ketika perang Uhud ia berkata, "Wah... angin Surga, sungguh aku mencium bau Surga yang berasal dari balik gunung Uhud."
Seorang Dokter bercerita kepadaku, Pihak rumah sakit menghubungiku dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang dirawat. Ketika aku sampai, ternyata seorang pemuda yang sudah meninggal -semoga Allah merahmatinya. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya. Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya -semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia menjerit atau mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah sakit? Ataukah marah dan jengkel? Atau apa?
Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada mereka. "Jangan khawatir! Saya akan meninggal... tenanglah... sesungguhnya aku mencium bau Surga!" Tidak hanya sampai di sini saja, bahkan ia mengulang-ulang kalimat trsebut di hadapan para dokter yang sedang merawatnya, ia berkata kepada mereka, "Wahai saudara-saudara, aku akan mati, janganlah kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang aku mencium bau Surga."
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat syahadat, "Asyhadu alla ilaha illAllah wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah". Ruhnya melyang kepada Sang Pencipta.
Allohu Akbar... Apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku komentari... semua kalimat tidak mampu terucap... dan pena telah kering di tangan... aku tidak kuasa apa-apa kecuali hanya mengulang-ulang firman Allah.
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (QS. Ibrahim [14] : 27)
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi. Ia melanjutkan kisahnya. Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudaranya Dhiya' di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut. Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terkahir. Sebagaimana yang telah ia ceritakan sesuah shalat Magrib pada hari yang sama.
1. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan dahi berkeringat." Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.
2. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga para persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan mayat. Padahal tubuh rang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan kaku.
3. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.
Subhanalloh...sungguh indah kematian seperti ini. Kita mohon semoga Alloh menganugerahkan kita husnul khatimah.
Saudara-saudaraku tercinta... kisah belum selesai... saudara Dhiya' bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang biasa ia lakukan semasa hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia kerjakan? Mengapa ia mendapatkan husnul khatimah yang aku yakin bahwa saudara pembaca pun mengidam-idamkan; meninggal dengan mencium bau Surga.
Ayahnya berkata, "Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapar melaksakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU."
Aku katakan, "Maha benar Alloh yang berfirman, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami ialah Alloh" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu sedih dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu" Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'." (QS. Fushshilat [41] : 30-32)
(Serial Kisah Teladan; Muhammad bin Shalih Al-Qahthan

Jumat, 27 Januari 2012

KEBAIKAN KITA UNTUK SEMUA: DOA

KEBAIKAN KITA UNTUK SEMUA: DOA: Ya Allahu Ya Rabb... Ampunilah dosa para hamba-Mu ini... Maafkan segala kesalahan dan kekhilafan kami... Begitu banyak nikmat kebaika...

Senin, 23 Januari 2012

PERISTIWA TUGU TANI 22 JANUARI 2012

Hari itu...
Minggu, 22 Januari 2012
Sekitar pukul 11.00 WIB...
Sebuah tragedi memilukan...
Sebuah peristiwa menyedihkan...
Sebuah kejadian tragis...
Memakan korban jiwa...

Korban berjatuhan...
Delapan orang meninggal di tempat...
Satu orang akhirnya meninggal di rumah sakit
Beberapa korban lainnya harus dirawat di rumah sakit...

Ini merupakan kecelakaan maut...
Di awal tahun 2012...

Semua berawal dari narkoba...
Pengemudi yang menggunakan obat terlarang...
Menyebabkan ia lepas kendali...
Lantas menabrak sekian banyak pejalan kaki...

Sungguh memilukan...
Begitu mudah menghilangkan nyawa manusia..
Akibat keteledoran...
Akibat kelalaian...
Di bawah kendali obat yang mematikan...

Bertobatlah Saudaraku...
Tinggalkan segala jenis obat terlarang yang membahayakan...
Ingatlah nyawa orang lain yang sangat berharga...
Mungkin tidak berharga buat para pemakai obat...
Namun nyawa tersebut sangat berharga buat kaum kerabat mereka...
Nyawa yang tak dapat tergantikan... 

Betapa kita tidak sedih...
Ada ibu muda yang sedang hamil harus kehilangan suaminya...
Seorang anak yang baik harus terpisah begitu cepat dengan orang tuanya...
Anak-anak yang masih muda dan ceria harus pergi meninggalkan rekan sebayanya...

Ya Allah..hindarkan kami dari segala malapetaka...
Jauhkan kami dari para pelaku maksiat...
Berikan kepada mereka kesadaran untuk bertaubat...
Ini sebuah nasehat untuk para sahabat...

Abu Aziz

 



Sabtu, 21 Januari 2012

KEBAIKAN & KEBURUKAN


Boleh jadi kita membenci sesuatu padahal itu baik buat kita menurut Allah.
Boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal itu buruk buat kita menurut Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui

Oleh karena itu dalam berbagai hal manakala kita telah berikhtiar (berusaha) & berdoa seoptimal mungkin, maka bertawakallah, serahkan semua kepada Allah dan terimalah apa yang kita akan peroleh baik berupa kebaikan ataupun berupa keburukan. Bilamana kebaikan yang kita peroleh bersyukurlah seraya memohon agar kebaikan itu benar-benar kebaikan yang didatangkan Allah untuk kita. Apabila ternyata keburukan yang kita peroleh maka yakinlah bahwa Allah memiliki rencana kebaikan untuk kita nantinya walaupun kita pada saat ini harus menerima ujian keburukan (hal yang tidak kita sukai menurut kita).

Allah amat sayang kepada para hamba_Nya, Ia Maha Mengetahui isi hati manusia termasuk keinginan-keinginan yang ada dalam hati mereka. Maka perteballah keyakinan kita kepada Allah niscaya apapun yang kita peroleh berupa kebaikan ataupun keburukan maka semua itu kita dapat terima dengan lapang dada dan dan hati terbuka, pada prinsipnya kebaikan adalah nikmat dari Allah untuk kita dan di balik keburukan yang kita alami pun ada skenario Allah agar kita hidup lebih baik lagi di masa yang akan datang....yakinlah!!!


Abu Aziz

Kamis, 19 Januari 2012

RENUNGAN TENTANG KEBAIKAN

Saudaraku...
Apa yang terlintas dalam benak dan pikiran kita...
Manakala mendengar kata "kebaikan"...

Pastilah kita tahu...
Kebaikan itu adalah keinginan setiap orang...
Kebaikan itu adalah harapan setiap insan...
Kebaikan itu adalah barang berharga yang ingin kita dapatkan...

Namun apa yang terjadi...
Dikala kebaikan itu telah kita peroleh...
Disaat kebaikan dalam berbagai bentuk dan rupa telah kita dapatkan...
Cukupkah kebaikan tersebut hanya dirasakan oleh kita...
Adakah orang lain yang merasakannya...???

Sungguh menyedihkan...
Terlalu banyak manusia...
Yang mendapatkan begitu banyak nikmat "kebaikan"...
Namun mereka lupa...
Mereka sombong...
Mereka tidak sadar..
Bahwa nikmat kebaikan tersebut adalah titipan...
Titipan dari Zat yang telah menciptkan dirinya...
Titipan dari Zat yang telah menciptakan kebaikan tersebut...

Karena itu...
Sadarlah wahai saudaraku..
Apapun bentuk nikmat kebaikan yang ada pada diri kita...
Sekecil dan sedikit apapun kebaikan tersebut...
Marilah kita saling berbagi...
Marilah kita saling memberi...

Bilamana itu terjadi...
Maka kebaikan akan tumbuh subur...
Berkembang menjadi satu kekuatan...
Kedamaian dan kebahagiaan...
Di bawah naungan kerridhoan Tuhan...


Abu Aziz,
Hamba Allah yang sedang belajar tentang nilai kebaikan