Kebaikan adalah bagian dari nilai universal, marilah kita budayakan berbuat kebaikan dalam setiap langkah dan derap kehidupan kita. Saudaraku... Selamat menikmati buah dari kebaikan...
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RENUNGAN. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 14 Juli 2012
Kamis, 19 April 2012
RENUNGAN; ILMU, CINTA DAN AGAMA
Dengan Ilmu hidup jadi mudah
Dengan Seni dan Cinta hidup jadi indah
Dengan Agama hidup jadi terarah
Dengan smart & smile hidup jadi bergairah
Dengan Seni dan Cinta hidup jadi indah
Dengan Agama hidup jadi terarah
Dengan smart & smile hidup jadi bergairah
RENUNGAN...YANG TERBAIK UNTUKKU
“ Aku minta pada Allah bunga yang cantik tapi Dia memberiku
kaktus berduri, aku minta pada Allah hewan mungil yang lucu tapi Dia member
ulat berbulu. Aku sedih.Aku kecewa. Kenapa begini? Namun lama – kelamaan,
kaktus berduri itu berbunga menjadi sangat indah dan ulat berbulu itu berubah
menjadi kupu – kupu yang cantik dan menawan"
Selasa, 31 Januari 2012
RENUNGAN BUAT KITA....
Ketika kita mengeluh: "Ah mana mungkin" Allah menjawab: "Jika AKU
menghendaki, cukup Ku berkata "jadi" maka jadilah (QS Yassin: 82)
Ketika kita mengeluhL "Capek banget gue" Allah menjawab: "...dan Kami jadikan tidurmu utk istirahat" (QS An-Naba:9)
Ketika kita mengeluh: "Berat banget yah, gak sanggup rasanya..."
Allah menjawab: "AKU tdk membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya" (QS Al Bawarah: 286)
Ketika kita mengeluh: "Yaah...ini bakalan sia sia..." Allah menjawab: "Siapapun yg mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah pun, niscaya ia akan mendapat balasannya"
(QS Al-Zalzalah: 7)
Ketika kita mengeluh: "Gile aje...gue sendirian..gak ada yg mau bantuin..."
Allah menjawab: "Berdoalah (mintalah) kpdKU, niscaya AKU kabulkan" (QS Al Mukmin: 60)
Ketika kita mengeluh: "Duh...sedih banget gue..." Allah menjawab: "La Tahzan, Innallaha Ma'Ana" Jgn kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita (QS At Taubah: 40)
Apa & berapa banyak lagi keluhan kita? Drpd diobrolin dgn teman, mendingan curhatlah langsung kpd Allah SWT. "Sesungguhnya hanya kpd Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku" (QS Yusuf: 86)
Ketika kita mengeluhL "Capek banget gue" Allah menjawab: "...dan Kami jadikan tidurmu utk istirahat" (QS An-Naba:9)
Ketika kita mengeluh: "Berat banget yah, gak sanggup rasanya..."
Allah menjawab: "AKU tdk membebani seseorang melainkan sesuai kesanggupannya" (QS Al Bawarah: 286)
Ketika kita mengeluh: "Yaah...ini bakalan sia sia..." Allah menjawab: "Siapapun yg mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah pun, niscaya ia akan mendapat balasannya"
(QS Al-Zalzalah: 7)
Ketika kita mengeluh: "Gile aje...gue sendirian..gak ada yg mau bantuin..."
Allah menjawab: "Berdoalah (mintalah) kpdKU, niscaya AKU kabulkan" (QS Al Mukmin: 60)
Ketika kita mengeluh: "Duh...sedih banget gue..." Allah menjawab: "La Tahzan, Innallaha Ma'Ana" Jgn kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita (QS At Taubah: 40)
Apa & berapa banyak lagi keluhan kita? Drpd diobrolin dgn teman, mendingan curhatlah langsung kpd Allah SWT. "Sesungguhnya hanya kpd Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku" (QS Yusuf: 86)
Sabtu, 28 Januari 2012
KUTITIP DIA YAA ALLAH...
Suara adzan Isya’ yang terdengar pelan dari salon komputer sang Ayah
membuat Rafi, anak yang masih berusia dua tahun itu mengingatkan
Ayahnya. “Ayah, waktunya sholat ya...?” dengan polosnya Ia bertanya pada
sang Ayah yang sedang sibuk mengerjakan tugas kuliah di depan
komputer. “Iya sayang, Ayah mau berwudlu dulu ya...” jawab sang Ayah
dengan tersenyum. “Ayah mau ke mana?” Tanya sang Anak lagi. “Ayah mau
sholat ke masjid” jawab sang Ayah. “Rafi ikut” jawab sang Anak dengan
mengiba. “Sayang, di luar sangat dingin, mas Rafi di rumah saja ya sama
Bunda,” jawab sang Ayah. “Rafi ikut Ayah...” jawab sang Anak dengan mata
yang berkaca-kaca...
Sang Ayah memandangi anaknya dengan iba, dia berusaha meyakinkan
anaknya yang masih kecil tersebut. Tetapi semakin diyakinkan, si Anak
semakin menangis menjadi, karena memang hanya satu keinginan sang Anak,
yaitu mengikuti Ayahnya sholat ke masjid. Dilihatnya sang Istri sudah
tertidur sangat nyenyak, mungkin karena pekerjaan hari ini yang
melelahkan dan kebetulan memang sedang berhalangan untuk sholat.
“Baiklah, mas Rafi ikut Ayah ke masjid, tetapi nanti mas Rafi ikut
sholat dan tidak mengganggu yang lain ya...” pesan Ayah tersebut kepada
anaknya. Rafi kecil mengangguk, rupanya janji itu telah mengganti
kesedihan yang menyelimutinya, dengan kebahagiaan yang tak terkira
dihatinya nan tulus itu. Kemudian Sang Ayah menuntun anaknya yang masih
kecil untuk berwudlu dan menggunakan baju Muslim yang kemudian mereka
berdua berangkat ke masjid bersama-sama.
Hawa dingin kota Wollongong menyelimuti perjalanan mereka. “Mas Rafi
kedinginan?” Tanya sang Ayah. Si Rafi kecil mengangguk. “Sini Ayah
gendong biar hangat” kata sang ayah. Kemudian mereka berdua berjalan
memasuki Omar Mosque yang telah ramai dengan jamaah.
Selagi menanti iqomat berkumandang, Si Rafi kecil tetap berada di
dekapan sang Ayah. Namun tak berapa lama ia tertidur, mungkin karena
lelah ataupun memang sudah malam bagi dia untuk masih terjaga. Karena
sholat Isya di kota Wollongong NSW saat itu tepat berada di pukul 20:40
PM.
Sang Ayah mulai bingung. Ia gelisah, jangan-jangan si Rafi kecil
nanti terbangun dan menangis di saat sholat sedang berlangsung, “Apakah
saya harus terus mengikuti sholat berjamaah, atau pulang...” tanyanya
dalam hati. Masih ditengah kebimbangan itu, tiba-tiba Syeh Abdurrahman
memasuki masjid dan berkata, “Brother, why do you bring your child
here!? He is still too young. Its very cold outside.” Katanya
menasehati. Memang Syekh Abdurrahman sangat ketat sekali terhadap anak
kecil yang bisa mengganggu kekhusyukan sholat. Berkali-kali beliau
mengingatkan untuk tidak membawa anak kecil terutama anak yang masih
sulit untuk diberi pengertian. Sudah banyak jamaah yang diingatkan
karena kejadian anaknya yang mengganggu sholat.
“Syekh, should I go home now?” Tanya sang Ayah. Syeh Abdurrahman
memandangi si Anak yang sudah terlelap tidur dipangkuan Ayahnya dengan
iba. “If you think that he will not crying when we are praying, you can
pray at the corner and take it beside you,” jawab Syeh Abdurrahman yang
tak berapa lama Iqomatpun dikumandangkan oleh Muadzin.
Sang Ayah masih menggendong Rafi kecil di ruangan masjid bagian
belakang. Ia ragu untuk meneruskan sholat berjamaah, karena malam
semakin dingin, Ia takut anaknya nanti terbangun dan menangis, sehingga
akan mengganggu jamaah yang lain. “Yaa Alloh..., kalau engkau
menghendaki aku pulang dan tidak mengikuti sholat berjamaah, aku akan
pulang sekarang, tetapi, kalau engkau masih mengizinkan aku untuk
mengikuti sholat berjamaah bersama yang lain, hamba mohon, kuatkan anak
kami sehingga saya bisa mengikuti sholat berjamaah dengan tenang...”
doanya dalam hati.
“Brother, oh your son is sleeping..., its very cold outside...” kata
Ahmad Fathi Salah yang baru tiba dan tiba-tiba menghampirinya, Ahmad
adalah seorang sahabat, International student yang berasal dari Libya.
“I think Its better for me to pray in my house,” jawab sang Ayah.
“No...!, you can pray together with us,” jawab Ahmad. Ahmad kemudian
melepas jaket kulitnya dan memberikan pada Ayah Rafi. “Use it to warmer
your son.” Jawabnya. “Brother come here, you can pray here,” katanya
kemudian sembari memberikan sebuah tempat untuk sholat dan tempat
berbaring si Anak.
Mulanya ragu-ragu, tetapi Sang Ayah kemudian membaringkan si Anak
tepat di sebelahnya dan kemudian menyelimuti dengan jaket kulit milik
sahabatnya itu. “Yaa Alloh kutitipkan dia padaMu, jangan bangunkan dia
sebelum sholat isya’ ini berakhir, Aamiin...” doa sang Ayah sebelum
memulai sholat.
Sholatpun kemudian dimulai dan sang anak tetap terlelap dalam
tidurnya. Dan... Alhamdulillah.., hingga rokaat ke empat berakhir, tak
ada suara dari si Rafi kecil, dan begitu salam tanda sholat berakhir,
Anak kecil itu bergerak-gerak, ia membuka matanya dan.. “Ayah, di mana
kita...?” tanyanya dengan polos. “Kita di masjid sayang, tuh sholat
barusan selesai,” kata Ayahnya dengan tersenyum.
Terucap syukur dalam hati sang ayah, “Terima kasih Yaa Alloh... telah
Engkau bukakan pintu-pintu RahmatMu kepada hamba, Engkau beri hamba
kesempatan untuk menikmati indahnya sholat berjamaah di rumahMu.
Alhamdulillah...”
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang
beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat,
menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah,
maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang
yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah [9] : 18)
Subhanalloh...
Redi Bintarto
r_bintarto@yahoo.com
Wollongong NSW
r_bintarto@yahoo.com
Wollongong NSW
SEBELUM MENINGGAL IA MENGATAKAN : 'AKU MENCIUM BAU SURGA"
Dalam sebuah hadits yang terdapat dalam ash-Shahihain dari Abu
Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda, "Ada tujug golongan orang
yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari tiada naungan seleain dari
naunganNya... di antaranya, seorang pemuda yang tumbuh dalam
melaksanakan ketaatan kepada Allah."
Dalam sebuah hadits shahih dari Anas bin an-Nadhir ra, ketika perang
Uhud ia berkata, "Wah... angin Surga, sungguh aku mencium bau Surga yang
berasal dari balik gunung Uhud."
Seorang Dokter bercerita kepadaku, Pihak rumah sakit menghubungiku
dan memberitahukan bahwa ada seorang pasien dalam keadaan kritis sedang
dirawat. Ketika aku sampai, ternyata seorang pemuda yang sudah meninggal
-semoga Allah merahmatinya. Lantas bagaimana detail kisah wafatnya.
Setiap hari puluhan bahkan ribuan orang meninggal. Namun bagaimana
keadaan mereka ketika wafat? Dan bagaimana pula dengan akhir hidupnya?
Pemuda ini terkena peluru nyasar, dengan segera kedua orang tuanya
-semoga Allah membalas kebaikan mereka- melarikannya ke rumah sakit
militer di Riyadh. Di tengah perjalanan, pemuda itu menoleh kepada ibu
bapaknya dan sempat berbicara. Tetapi apa yang ia katakan? Apakah ia
menjerit atau mengerang sakit? Atau menyuruh agar segera sampai ke rumah
sakit? Ataukah marah dan jengkel? Atau apa?
Orang tuanya mengisahkan bahwa anaknya tersebut mengatakan kepada
mereka. "Jangan khawatir! Saya akan meninggal... tenanglah...
sesungguhnya aku mencium bau Surga!" Tidak hanya sampai di sini saja,
bahkan ia mengulang-ulang kalimat trsebut di hadapan para dokter yang
sedang merawatnya, ia berkata kepada mereka, "Wahai saudara-saudara, aku
akan mati, janganlah kalian menyusahkan diri sendiri... karena sekarang
aku mencium bau Surga."
Kemudian ia meminta kedua orang tuanya agar mendekat lalu mencium
keduanya dan meminta maaf atas segala kesalahannya. Kemudian ia
mengucapkan salam kepada saudara-saudaranya dan mengucapkan dua kalimat
syahadat, "Asyhadu alla ilaha illAllah wa asyhadu anna Muhammadar
Rasulullah". Ruhnya melyang kepada Sang Pencipta.
Allohu Akbar... Apa yang harus kukatakan dan apa yang harus aku
komentari... semua kalimat tidak mampu terucap... dan pena telah kering
di tangan... aku tidak kuasa apa-apa kecuali hanya mengulang-ulang
firman Allah.
"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang
teguh dalam kehidupan di dunia dan di akhirat." (QS. Ibrahim [14] : 27)
Tidak ada yang perlu dikomentari lagi. Ia melanjutkan kisahnya.
Mereka membawanya untuk dimandikan. Maka ia dimandikan oleh saudaranya
Dhiya' di tempat memandikan mayat yang ada di rumah sakit tersebut.
Petugas itu melihat beberapa keanehan yang terkahir. Sebagaimana yang
telah ia ceritakan sesuah shalat Magrib pada hari yang sama.
1. Ia melihat dahinya berkeringat. Dalam sebuah hadits shahih
Rasulullah saw bersabda, "Sesungguhnya seorang mukmin meninggal dengan
dahi berkeringat." Ini merupakan tanda-tanda khusnul khatimah.
2. Ia katakan tangan jenazahnya lunak demikian juga para
persendiannya seakan-akan dia belum mati. Masih mempunyai panas badan
yang belum pernah ia jumpai sebelumnya semenjak ia bertugas memandikan
mayat. Padahal tubuh rang yang sudah meninggal itu dingin, kering dan
kaku.
3. Telapak tangan kanannya seperti seorang yang membaca tasyahud yang
mengacungkan jari telunjuknya mengisyaratkan ketauhidan dan
persaksiannya, sementara jari-jari yang lain ia genggam.
Subhanalloh...sungguh indah kematian seperti ini. Kita mohon semoga Alloh menganugerahkan kita husnul khatimah.
Saudara-saudaraku tercinta... kisah belum selesai... saudara Dhiya'
bertanya kepada salah seorang pamannya, apa yang biasa ia lakukan semasa
hidupnya? Tahukah anda apa jawabannya?
Apakah anda kira ia menghabiskan malamnya dengan berjalan-jalan di
jalan raya? Atau duduk di depan televisi untuk menyaksikan hal-hal yang
terlarang? Atau ia tidur pulas hingga terluput mengerjakan shalat? Atau
sedang meneguk khamr, narkoba dan rokok? Menurut anda apa yang telah ia
kerjakan? Mengapa ia mendapatkan husnul khatimah yang aku yakin bahwa
saudara pembaca pun mengidam-idamkan; meninggal dengan mencium bau
Surga.
Ayahnya berkata, "Ia selalu bangun dan melaksanakan shalat malam
sesanggupnya. Ia juga membangunkan keluarga dan seisi rumah agar dapar
melaksakan shalat Shubuh berjamaah. Ia gemar menghafal al-Qur'an dan
termasuk salah seorang siswa yang berprestasi di SMU."
Aku katakan, "Maha benar Alloh yang berfirman, 'Sesungguhnya
orang-orang yang mengatakan, "Rabb kami ialah Alloh" kemudian mereka
meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka,
maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan), "Janganlah
kamu merasa takut dan janganlah kamu sedih dan bergembiralah kamu dengan
(memperoleh) Surga yang telah dijanjikan kepadamu" Kamilah
pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; di dalamnya
kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) di dalamnya
apa yang kamu minta. Sebagai hidangan (bagimu) dari (Rabb) Yang Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang'." (QS. Fushshilat [41] : 30-32)
(Serial Kisah Teladan; Muhammad bin Shalih Al-Qahthan
Jumat, 27 Januari 2012
KEBAIKAN KITA UNTUK SEMUA: DOA
KEBAIKAN KITA UNTUK SEMUA: DOA: Ya Allahu Ya Rabb... Ampunilah dosa para hamba-Mu ini... Maafkan segala kesalahan dan kekhilafan kami... Begitu banyak nikmat kebaika...
Senin, 23 Januari 2012
PERISTIWA TUGU TANI 22 JANUARI 2012
Hari itu...
Minggu, 22 Januari 2012
Sekitar pukul 11.00 WIB...
Sebuah tragedi memilukan...
Sebuah peristiwa menyedihkan...
Sebuah kejadian tragis...
Memakan korban jiwa...
Korban berjatuhan...
Delapan orang meninggal di tempat...
Satu orang akhirnya meninggal di rumah sakit
Beberapa korban lainnya harus dirawat di rumah sakit...
Ini merupakan kecelakaan maut...
Di awal tahun 2012...
Semua berawal dari narkoba...
Pengemudi yang menggunakan obat terlarang...
Menyebabkan ia lepas kendali...
Lantas menabrak sekian banyak pejalan kaki...
Sungguh memilukan...
Begitu mudah menghilangkan nyawa manusia..
Akibat keteledoran...
Akibat kelalaian...
Di bawah kendali obat yang mematikan...
Bertobatlah Saudaraku...
Tinggalkan segala jenis obat terlarang yang membahayakan...
Ingatlah nyawa orang lain yang sangat berharga...
Mungkin tidak berharga buat para pemakai obat...
Namun nyawa tersebut sangat berharga buat kaum kerabat mereka...
Nyawa yang tak dapat tergantikan...
Betapa kita tidak sedih...
Ada ibu muda yang sedang hamil harus kehilangan suaminya...
Seorang anak yang baik harus terpisah begitu cepat dengan orang tuanya...
Anak-anak yang masih muda dan ceria harus pergi meninggalkan rekan sebayanya...
Ya Allah..hindarkan kami dari segala malapetaka...
Jauhkan kami dari para pelaku maksiat...
Berikan kepada mereka kesadaran untuk bertaubat...
Ini sebuah nasehat untuk para sahabat...
Ini sebuah nasehat untuk para sahabat...
Abu Aziz
Sabtu, 21 Januari 2012
KEBAIKAN & KEBURUKAN
Boleh jadi kita membenci
sesuatu padahal itu baik buat kita menurut Allah.
Boleh jadi kita menyukai sesuatu padahal itu buruk buat kita menurut Allah.
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui sedangkan kita tidak mengetahui
Oleh karena itu
dalam berbagai hal manakala kita telah berikhtiar (berusaha) & berdoa
seoptimal mungkin, maka bertawakallah, serahkan semua kepada Allah dan
terimalah apa yang kita akan peroleh baik berupa kebaikan ataupun berupa
keburukan. Bilamana kebaikan yang kita peroleh bersyukurlah seraya memohon agar
kebaikan itu benar-benar kebaikan yang didatangkan Allah untuk kita. Apabila ternyata
keburukan yang kita peroleh maka yakinlah bahwa Allah memiliki rencana kebaikan
untuk kita nantinya walaupun kita pada saat ini harus menerima ujian keburukan
(hal yang tidak kita sukai menurut kita).
Allah amat sayang kepada para hamba_Nya,
Ia Maha Mengetahui isi hati manusia termasuk keinginan-keinginan yang ada dalam
hati mereka. Maka perteballah keyakinan kita kepada Allah niscaya apapun yang
kita peroleh berupa kebaikan ataupun keburukan maka semua itu kita dapat terima
dengan lapang dada dan dan hati terbuka, pada prinsipnya kebaikan adalah nikmat
dari Allah untuk kita dan di balik keburukan yang kita alami pun ada skenario Allah
agar kita hidup lebih baik lagi di masa yang akan datang....yakinlah!!!
Abu Aziz
Kamis, 19 Januari 2012
RENUNGAN TENTANG KEBAIKAN
Saudaraku...
Apa yang terlintas dalam benak dan pikiran kita...
Manakala mendengar kata "kebaikan"...
Pastilah kita tahu...
Kebaikan itu adalah keinginan setiap orang...
Kebaikan itu adalah harapan setiap insan...
Kebaikan itu adalah barang berharga yang ingin kita dapatkan...
Namun apa yang terjadi...
Dikala kebaikan itu telah kita peroleh...
Disaat kebaikan dalam berbagai bentuk dan rupa telah kita dapatkan...
Cukupkah kebaikan tersebut hanya dirasakan oleh kita...
Adakah orang lain yang merasakannya...???
Sungguh menyedihkan...
Terlalu banyak manusia...
Yang mendapatkan begitu banyak nikmat "kebaikan"...
Namun mereka lupa...
Mereka sombong...
Mereka tidak sadar..
Bahwa nikmat kebaikan tersebut adalah titipan...
Titipan dari Zat yang telah menciptkan dirinya...
Titipan dari Zat yang telah menciptakan kebaikan tersebut...
Karena itu...
Sadarlah wahai saudaraku..
Apapun bentuk nikmat kebaikan yang ada pada diri kita...
Sekecil dan sedikit apapun kebaikan tersebut...
Marilah kita saling berbagi...
Marilah kita saling memberi...
Bilamana itu terjadi...
Maka kebaikan akan tumbuh subur...
Berkembang menjadi satu kekuatan...
Kedamaian dan kebahagiaan...
Di bawah naungan kerridhoan Tuhan...
Abu Aziz,
Hamba Allah yang sedang belajar tentang nilai kebaikan
Langganan:
Postingan (Atom)